Informasi Dunia 2019

Sabtu, 01 September 2018

Tips Saat Ingin Membeli Kamera DSLR

September 01, 2018 , No comments


Banyak dari mereka yang sudah bisa menggunakan kamera dslr sebelum membelinya dan tidak jarang pula yang tidak tau apa-apa saat mereka pertama kali membeli kamera dslr. Namun tidak usah kawatir, karena tidak ada yang instan jika kita ingin bisa ya berarti kita harus belajar. Bagaimana caranya? banyak, kita bisa membeli buku panduan, baca di internet atau berguru di tempat orang yang sudah expert di bidang kamera dslr.

Berikut tips'nya :

Cek Kelengkapan

Saat pertama kali membeli kamera dslr anda harus mengecek kelenngkapan barang, sebenarnya sih bukan hanya saat membeli kamera dslr saja, saat membeli semua barang apapun kita harus terlebih dahulu mengecek kelengkapannya. Yang harus tersedia dalam kamera dslr anda sehingga bisa/dapat dipakai adalah body kamera, lensa kamera, baterai kamera, kabel data, charger kamera, dan memory card. Periksa setiap kelengkapan perangkat satu per satu, periksa dari mulai kualitas fisik hingga mengecek berfungsi atau tidaknya. Baca juga Tips Membeli Dan Mengecek Kamera DSLR Second / Bekas

Format Memory Card

Setelah kita selesai mengecek semua kelengkapan kamera dslr kita, selanjutnya kita memasang baterai kedalam kamera kita. Jangan lupa juga memasang lensa dan memory card'nya. Jika kita belum bisa memasangnya anda bisa membaca buku manual yang telah disertakan atau bisa tanya teman atau tetangga anda yang lebih tau tentang seluk beluk kamera dslr. Jika baterai dalam kondisi kosong sebaiknya anda charger dahulu. Setelah baterai sudah terisi/penuh hidupkan kamera anda dan format memory card secara langsung dengan kamera anda. Caranya adalah dengan masuk ke menu settingan. Kenapa harus melakukan format memory card secara langsung dengan menggunakan kamera, kenapa tidak melalui PC saja? Karena kebanyakan kasus jika kita memformatnya melalui PC maka memory card terkadang tidak bisa dibaca saat dipasang di kamera.

Menentukan Kualitas Gambar

Selanjutnya yang harus anda lakukan adalah dengan menentukan kualitas gambar yang akan kita hasilkan nantinya. Apakah kualitas yang tinggi atau yang biasa-biasa saja. Biasanya jika kita ingin menghasilkan kualitas gambar yang tinggi maka kita bisa menggunakan menyimpan gambar dengan bentuk RAW, namun hal ini akan memakan lebih banyak memakan memory. Dan jika kita ingin hemat memori kita bisa menyimpan gambar dengan jenis JPEG. Ya sebenarnya tergantung kebutuhan anda, jika anda menginginkan kualitas gambar yang tinggi dan akan melalui pengediatan maka disarankan untuk memilih menyimpan gambar dengan jenis RAW, toh sekarang memory card kapasitasnya sudah besar-besar semua dan harganya juga tidak terlalu mahal.

Setting ISO

Pada saat pertama kali memegang/membeli kamera dslr, kita harus pelajari itu yang namanya ISO. ISO akan menentukan banyak/sedikitnya cahaya yang masuk di sensor kamera kita. Sebagai contoh jika kita akan mengambil gambar di tempat yang terang seperti pantai pada siang hari maka kita harus mensetting ISO kita pada nilai terkecil seperti 100 atau 200. Dan jika kita akan mengambil gambar dalam posisi minim cahaya misal pada malam hari maka kita harus menambah nilai ISO kita ke nilai yang lebih tinggi (sesuaikan dengan kebutuhan anda). Namun jika kita bingung maka kita bisa menggunakan settingan alternatif yaitu auto, hehe.

Auto Fokus atau Manual Fokus

Jika kita baru pertama kali menggunakan kamera dslr sebaiknya kita bisa menggunakan settingan Auto Fokus dulu. Dan mulailah beberapa kali untuk menggunakan Manual Fokus karena hal ini akan mengasah kreatifitas anda dari waktu ke waktunya.

Memilih Mode Exposure Auto, Semi atau Manual

Terlalu sering menggunakan auto juga tidak baik bagi kualitas kreatifitas kita. Sebaiknya anda mulai dengan satu persatu mempelajari ISO, aperture, shutter speed, dll. Kita juga bisa menggunakan settingan yang memungkinkan semua settingan menjadi otomatis dan menyisakan beberapa settingan saja yang bisa kita atur secara manual. Misal jika kita hanya ingin belajar/mengutak atik settingan aperture saja, anda bisa menggunakan mode aperture priority. Contoh lain jika anda ingin mengambil gambar yang menuntut kecepatan seperti memfoto pertandingan bola maka anda bisa memilih mode shutter priority. Apa itu Exposure Dalam Fotografi?

0 komentar:

Posting Komentar