Informasi Dunia 2019

Jumat, 05 Januari 2018

Untuk Hasil Maksimal Ketahui Apa itu Exposure Dalam Fotografi

Januari 05, 2018 , No comments

Dalam dunia fotografi exposure adalah jumlah cahaya yang diterima oleh sensor dalam kamera kita dalam suatu pengambilan gambar. Jika paparan cahaya yang diterima kamera kita terlalu banyak maka hasil foto yang kita dapatkan akan menjadi terlalu terang, dalam dunia fotografi disebut over exposure. Begitu juga sebaliknya, jika jumlah cahaya yang diterima oleh kamera kita sedikit maka hasil gambar yang kita dapatkan akan menjadi terlalu gelap (Under Exposure).

Dalam dewasa ini hampir semua kamera digital sudah dilengkapi dengan pengukur cahaya yang berfungsi mengatur paparan cahaya/exposure secara otomatis untuk memperoleh hasil yang optimal.

Mungkin kebanyakan dari kita hanya sering menggunakan settingan otomatis pada bagian exposure'nya, padahal kalau kita mengetahui cara mensetting yang baik maka kita akan mendapatkan hasil gambar yang lebih unik dan lebih kreatif daripada menggunakan settingan exposure secara otomatis.

Dalam mengatur exposure dalam kamera ada dua macam kontrol utama yang mempengaruhinya. Pertama adalah kecepatan bukaan rana atau dalam fotografi disebut Shutter Speed yang mempunyai fungsi sebagai penentu lamanya waktu sensor terkena cahaya. Dan yang kedua adalah besarnya bukaan rana / aperture yang mempengaruhi besar kecilnya lubang rana tersebut terbuka. KOmbinasi dari kedua settingan tersebutlah yang menentukan hasil exposure. Kecepatan bukaan rana diukur dalam detik, hanya saja dalam penyebutannya notasinya dituliskan seperberapa detik. Misalnya jika kita ingin sangat cepat maka kita dapat memilih 1/2000 detik atau jika kita ingin sangat lambat kita dapat mengaturnya 8 detik. Sedangkan bukaan rana diukur dalam f/nilai. Misalnya f/1.8 maka berrarti aperture besar dan jika f/22 maka aperture sangat kecil.

Shutter speed selain menentukan cepat lambnatnya bukaan rana juga mempunyai efek lain bagi foto yang dihasilkannya. Semakin cepat shutter speed, maka foto yang dihasilkannya pun semakin keras (efek freezing menjadi semakin kelihatan). Sedangkan jika aperture mempunyai efek lebar sempitnya bidang fokus atau biasa disebut depth of field /DOF. Semakin besar aperture maka akan semakin sempit bidang fokus. Dan begitu juga sebaliknya, semakin kecil aperture maka semakin lebar bidang fokusnya.

0 komentar:

Posting Komentar