Informasi Dunia 2019

Senin, 19 Februari 2018

Tren Kamera Film di Era Digital

Februari 19, 2018 No comments


Popularitas kamera film kian menurun sejak kemunculan kamera digital di pengujung abad ke-21. Pabrikan kamera berbondong-bondong menghentikan produksi kamera film, seiring dengan pembuatan rol film yang semakin langka.

Kendati begitu, kamera film tak lantas mati. Belakangan kamera film  kembali marak di kalangan milenials yang sejatinya hidup di era digital serba instan dan canggih.

Menurut pendiri ruang kreatif Saka Space, Fahmy Siddiq, kamera film adalah soal menikmati dan menghargai proses. Mulai dari mengisi rol film ke kamera, menunggu momen tepat, menjepret, hingga menunggu hasil cuci fotonya.

Hal tersebut diamini Azmi Mudhoffar yang baru setahun terakhir mempelajari kamera film. Fotografer freelance ini merasa lebih menghargai karyanya ketika belajar kamera film.

Pasalnya, ada proses berpikir yang lebih matang sebelum menjepret ketika menjajal kamera film. Ini serta-merta berbeda dengan mekanisme di kamera digital, di mana jika pembidik tak suka foto tertentu bisa langsung dilihat dan dihapus.

Jika Fahmy dan Azmi masih sekadar menjadi penghobi kamera film, Renaldy Fernando sudah membawa hobinya ke ranah bisnis dengan membuka blog dan toko perkakas kamera analog bertajuk “jellyplayground”.


Peluang bisnis menyusul tren kamera film ini juga dilirik penyanyi jazz sekaligus dokter bedah kulit, Teuku Adifitrian alias “Tompi”. Mulanya hobi, lantas Tompi membuka laboratorium cuci film bertajuk “Soup N Film” bersama beberapa kawannya.

Sabtu, 10 Februari 2018

Tips Memilih Kaos Polos Untuk Tampilan Kece Kamu

Februari 10, 2018 , No comments
Tips Memilih Kaos Polos Untuk Tampilan Kece Kamu

Kaos polos merupakan salah satu fashion item yang harus kamu punya jika ingin selalu tampil modis. Kenapa begitu? Karena baju polos atau basic shirt adalah jenis baju yang mudah untuk di mix and macth dengan fashion item apapun. Misalnya kalau kamu ingin tampil chic cukup memadu padakan kaos polos yang bernuansa pastel dengan rok bunga-bunga. 

Selain itu, apabila kamu ingin tampil lebih santai bisa menggunakan baju polos lalu dipadukan dengan celana joger atau jeans. Sementara jika ingin tampil ala pantai bisa menggunakan kaos polos dengan ukuran yang besar dipadukan dengan celana pendek serta sandal jepit akan memberikan kesan santai pada penampilan.

Di sisi lain baju polos juga menjadi sangat penting bagi kebanyakkan orang. Contohnya bagi sejumlah karyawan, mahasiswa, guru atau lainnya baju polos yang berjenis kemeja atau blouse sangat wajib untuk dimiliki, hal ini disebabkan karena beberapa agenda mewajibkan mereka untuk menggunakan baju polos atau dibeberapa acara. 

Berbeda dengan profesi seperti di atas, baju polos dan kaos polos bagi seorang seniman bisa dirubah menjadi karya seni yang menarik bahkan bisa menghasilkan nominal. Bagi seniman, kaos polos bisa menjadi salah satu wadah untuk menuangkan ide. Misalnya saja melukis di atas kaos. Meski begitu kaos ini tetap pada fungsi utamanya, yakni melindungi diri kamu dari terik dan debu.
Baju polos atau kaos polos sangat mudah untuk didapatkan. Kamu bisa membeli baju polos atau basic shirt ini di online store, boutique, pasar, mall dan lainnya. Mengingat banyaknya jenis kaos polos yang dijual di pasaran, ada baiknya kamu menyimak tips memilih kaos polos di bawah ini.

1. Bahan

Dalam memilih kaos polos kalian harus memperhatikan bahannya, jangan sampai kalian menyesal karena salah pilih bahan. Pastikan bahan yang kalian pilih adalah bahan berkualitas, misalnya yang 100% Cotton. 
Pastikan pula bahwa bahannya adalah yang dapat menyerap keringat. Karena salah satu ciri kaos dan baju yang berkualitas adalah yang dapat menyerap keringat.

2. Tidak Mudah Kendur

Pastikan saat membeli kaos polos pilihlah yang tidak mudah kendur walau sudah dicuci berulang kali. Saat memilih, coba tarik sedikit pada bagian sudutnya. Apabila bekas tarikan tersebut kembali seperti semula, ini bisa menunjukkan bahwa kaos tersebut layak dipilih.

3. Teliti

Dalam membeli baju polos tentunya kalian harus teliti dalam memilihnya, mulai dari jahitannya, apakah rapi atau tidak. Jahitan yang tidak rapi ditakutkan dapat merusak bagian kaos. Lebih dari itu jahitan yang tidak rapi ini akan mengurangi tampilan keren dari kaos itu sendiri.

4. Tidak Mudah Luntur

Kaos adalah pakaian yang tidak mungkin dibuang ketika satu kali pakai. Itu artinya setelah mengenakan kaos tersebut, kamu harus mencucinya. Kaos dengan kualitas bahan yang bagus tidak akan luntur saat dicuci. Pastikan kamu bertanya pada penjual kaos apakah bahan kaos memiliki ketahanan warna.

5. Tidak Mudah Kusut 

Baju polos yang kamu pilih harus kamu perhatikan apakah mudah kusut atau tidak, tentunya hal ini dapat dilihat dari tekstur kain baju polos tersebut.

6. Harga yang relatif terjangkau

Penampilan yang keren memang menjadi perhatian penting bagi siapapun. Untuk menunjang penampilan ini bisa dengan menggunakan kaos terbaik. Meski begitu, kaos polos ini tidak harus mahal. Apabila ada yang harganya terjangkau, kamu bisa memilihnya. Kendati demikian, upayakan untuk selektif memilih kaos yang berkualitas ya. 

Demikianlah beberapa poin penting yang harus diperhatikan ketika memilih baju polos. Banyaknya produk kaos yang dijual memang memudahkan kamu mendapatkan kaos. Akan tetapi tidak semuanya menyediakan kaos polos yang berkualitas. Untuk itu jangan lewatkan tips-tips di atas agar kaos polos terbaik bisa didapatkan.

Semoga informasi di atas bermanfaat ya.

Rabu, 07 Februari 2018

Ini 3 Alasan Anda Harus Rutin Cuci AC

Februari 07, 2018 No comments
Ini 3 Alasan Anda Harus Rutin Cuci AC

Sebagai peralatan elektronik yang paling banyak digunakan oleh masyarakat, AC sangat terasa sekali manfaatnya untuk membuat udara jadi lebih sejuk. Hampir setiap hari, kulit kita terpapar oleh udara sejuk yang dihasilkan oleh AC. Mulai dari di sekolah, kantor, mall, rumah sakit, bahkan di rumah kita sendiri. Udara yang semakin lama semakin kotor karena terpapar oleh udara polusi membuat kita sangat bergantung dengan pendingin ruangan yang satu ini. Tapi, apakah Anda sudah memperhatikan kondisi dari AC? Atau bahkan, apakah Anda tahu bahwa AC Anda harus dengan rutin dicuci agar tetap terjaga kualitasnya? Itu dia, untuk tetap menjaga kualitas udara yang dihasilkan oleh AC, Anda harus rutin mencuci atau melakukan perawatan pada AC. Ada beberapa alasan mengapa Anda harus rajin cuci AC. Selengkapnya bisa Anda baca penjelasannya di bawah ini.

Menjaga Kualitas AC

Cucilah AC Anda setiap sekitar dua sampai tiga bulan sekali. Mungkin Anda perlu mengetahui cara kerja AC terlebih dahulu. Udara yang masuk ke dalam mesin AC akan disaring dalam filter atau penyaring. Setiap udara yang membawa kotoran atau debu masuk ke dalam dan tersaring akan terpisah dari debu dan kotoran tersebut. Nah, kotoran tersebutlah yang menempel pada bagian filter AC. Tentu saja, dengan tumpukan debu tersebut yang menempel selama berbulan-bulan, membuat kualitas dari kerja mesin AC akan menurun dan tidak berfungsi secara maksimal seperti pada normalnya. 

Selain itu, kualitas udara yang dikeluarkan oleh AC juga akan semakin buruk jika tumpukan kotoran tersebut dibiarkan begitu saja. Di filter tersebut tidak hanya terdapat debu atau kotoran saja, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa bakteri dan virus di udara ikut menempel di filter dan berkembang biak di sana. Apalagi, tempat yang lembap adalah tempat yang baik untuk kuman dan jamur berkembang semakin banyak. Lama kelamaan kualitas udara yang dikeluarkan juga akan menurun seiring dengan turunnya kualitas mesin.

Supaya Mesin jadi Awet

Jika tumpukan debu  tersebut menumpuk semakin parah dan semakin tebal, tentu mesin AC akan sulit untuk bisa mengeluarkan udara sesuai dengan keinginan Anda. Karena itulah, jika Anda merasa bahwa AC Anda semakin hari semakin mengeluarkan udara panas, maka perlu Anda perhatikan kondisi mesinnya. Ketika mengeluarkan udara yang panas atau tidak sedingin biasanya, sebenarnya AC berusaha keras untuk mengeluarkan dingin, namun karena kondisi mesin yang tidak memungkinkan akibat adanya tumpukan debu tersebut, akhirnya udara panaslah yang keluar. Mesin berusaha semaksimal mungkin tetapi yang ada malah memperburuk bahkan merusak kondisi dari mesin tersebut. Karena itu, jangan merusak mesin AC dengan membiarkannya kotor dan diselimuti oleh lapisan debu yang tebal.

Listrik Lebih Hemat

Ketika kondisi mesin bersih dan mulus dari kotoran, maka kerja dari mesin juga akan jadi ringan. Ketika mesin bekerja dengan keras, maka tentu saja membutuhkan daya listrik yang lebih banyak dari aktivitas seperti biasanya. Hal inilah yang membuat tagihan listrik Anda jadi membengkak. Meski Anda tidak menyadarinya, tetapi secara tidak langsung mesin AC yang kotor akan menambah pengeluaran Anda. Karena itulah, daripada mengalami beberapa hal yang jadinya merugikan Anda, lebih baik Anda membiasakan untuk dengan rutin mencuci AC di rumah Anda agar senantiasa bersih dan terjaga kondisi mesinnya.

Senin, 05 Februari 2018

Ketahui Istilah Pada Kamera Analog

Februari 05, 2018 , No comments

Dalam fotografi, baik menggunakan kamera analog atau digital, terdapat banyak sekali istilah yang berguna untuk mempermudah pengguna mengoperasikan atau mengenali kamera. Beberapa di antaranya merupakan istilah yang berlaku universal, beberapa lainnya hanya berlaku di kamera analog saja.

Agar lebih mudah untuk belajar memotret menggunakan kamera analog, ada baiknya Anda mengenali istilah-istilah yang biasa muncul saat pengoperasian atau dalam panduan memakai kamera tersebut.

Berikut ini, KompasTekno rangkum daftar sejumlah istilah yang biasa digunakan di fotografi secara keselurhan dan yang khusus memakai kamera analog.

Shutter

Shutter atau rana adalah perangkat serupa "tirai" dalam kamera yang berfungsi untuk mengatur keluar masuknya cahaya untuk mengekspos film.

Waktu (durasi) terbukanya shutter bisa diatur dan akan mempengaruhi hasil pemotretan. Semakin cepat waktunya, maka gerakan benda-benda yang tertangkap kamera akan tempak semakin tajam dan jelas. Misalnya cipratan air bisa dipotret dalam keadaan diam saat melayang di udara. 

Semakin lambat durasinya, maka gerakan benda-benda tadi akan tampak semakin buram karena motion blur. Shutter dengan durasi lambat bisa digunakan untuk menambah efek menarik seperti deburan ombak yang terlihat halus seperti kabut, atau lampu-lampu kendaraan di malam hari yang berubah menjadi garis-garis berwarna,

Satuan kecepatan shutter dinyatakan dalam hitungan detik dan pecahannya, misalnya 1/500 detik atau 1/4.000 detik untuk durasi yang singkat, dan 5 detik, 15 detik, hingga 30 detik atau lebih panjang untuk durasi yang lama.

Pada kamera analog kecepatan shutter diperlihatkan dalam salah satu tuas atau dial pengendali dengan ikon angka. Huruf "B" (bukan angka) pada tuas atau dial tersebut merupakan singkatan dari istilah "Bulb". Pada mode ini, shutter bisa terus diposisikan dalam keadaan terbuka sesuai durasi yang diinginkan penggunanya.

ISO atau ASA

ISO dan ASA adalah tingkat sensitivitas medium perekaman gambar terhadap cahaya. Pada kamera digital, istilah yang biasa digunakan adalah ISO sedangkan pada kamera analog, biasanya disebut juga sebagai ASA.

Kamera digital memiliki banyak pilihan ISO, mulai dari 50 hingga 6400 atau lebih tinggi. Sedangkan pada kamera analog, ISO tergantung pada film yang digunakan. Masing-masing film dikeluarkan dengan ISO tunggal.

Biasanya rating kecepatan ini dituliskan di kemasan setelah nama film yang bersangkutan. Misalnya, Fujifilm Velvia 50 berarti film Velvia dengan rating ASA 50, atau Kodak Tri-X 400 berarti film Tri-X dengan rating ASA 400.

Pada film utuk kamera analog, film ISO rendah membutuhkan waktu exposure lebih lama, tapi grain (tekstur bintik-bintik dari partikel kimia film) yang dihasilkan cenderung halus.  Sebaliknya pada film dengan ISO lebih tinggi, artinya lebih sensitif terhadap paparan cahaya, waktu exposure bisa lebih singkat tapi butiran grain biasanya lebih besar dan lebih terlihat.

Aperture atau F-stop

Aperture merupakan bukaan pada lensa (entrance pupil) yang dilalui oleh cahaya untuk mencapai sensor (kamera digital) atau film (kamera analog).

Lebar bukaan ini bisa diatur. Semakin lebar, maka akan semakin banyak cahaya yang masuk sehingga mempersingkat waktu exposure. Semakin sempit, maka cahaya yang masuk semakin sedikit sehingga memperlama waktu exposure. Fungsi aperture lensa boleh dibilang mirip dengan pupil di mata manusia. 

Satuan aperture dinyatakan dalam F-stop yang umumnya diberi jeda 1/3 EV (exposure value) atau 1 EV. Semakin besar angka F-stop, maka bukaan aperture semakin menyempit. Semakin kecil angkanya, maka bukaan aperture semakin melebar. Misalnya, angka f/8 melambangkan bukaan yang lebih kecil dibandingkan f/2.

Lebar aperture juga mempengaruhi luas ruang tajam (depth of field). Semakin kecil bukaan aperture, semakin luas ruang tajam sehingga background dan foreground bisa makin tajam pula. Semakin besar bukaan aperture, luas ruang tajam makin menyempit sehingga background dan foreground akan lebih buram.

Focal Length

Focal length merupakan jarak antara titik fokus dengan film atau sensor kamera, ketika lensa diatur pada posisi fokus infinity. Biasanya focal length ini ditulis di bagian depan lensa dengan ukuran milimeter (mm).

Semakin kecil angkanya, maka cakupan bidang pandang lensa semakin lebar (wide). Sebaliknya, semakin besar angkanya, maka cakupan bidang pandang lensa akan semakin sempit (tele).

Sebagai contoh, terdapat pilihan lensa dengan focal length tetap atau prime 50 mm, 35 mm, 21 mm hingga 100 mm; ada pilihan lensa zoom seperti 24 - 70 mm, 100 - 200 mm. Pada lensa zoom yang dicantumkan adalah focal length minimal dan maksimal yang dimilikinya.

Lensa ultra wide/ fisheye biasanya memiliki focal length 24mm atau lebih kecil. Lensa wide berada di focal length 28mm hingga 35mm. Lensa 50mm hingga 85mm termasuk kategori normal/ short tele. Sementara yang lebih dari itu dikategorikan sebagai telephoto.

Film

Istilah ini mengacu pada lembaran yang digunakan sebagai alat sekaligus wadah merekam gambar. Film menggunakan reaksi kimia perak halida yang sensitif cahaya untuk menangkap gambar laten di tiap frame yang terekspos. Gambar laten ini lantas perlu diproses lewat "pencucian" menggunakan bahan kimia lain untuk membuatnya menjadi permanen.

Ada berbagai macam format film yang biasa digunakan di sebuah kamera analog, yakni 120, 135 , serta 4 x 5.

Film 120 memiliki lebar 60 mm dan dikemas dalam bentuk roll. Film ini biasanya digunakan oleh kamera medium format dan bisa dipakai untuk menghasilkan foto dengan ukuran bingkai antara lain 6 x 4,4; 6 x 6; dan 6 x 7.

Film 135 memiliki lebar 35 mm atau disebut juga full frame dan dikemas dalam bentuk roll. Biasanya dipakai oleh kamera analog 35 mm, baik berupa rangefinder, kompak, ataupun SLR. Ini merupakan film yang paling umum digunakan.

Film 4 x 5 merupakan film yang biasa dipakai oleh kamera large format. Berbeda dengan format 120 atau 135, film 4 x 5 dikemas dalam bentuk lembaran. Keuntungan film dalam format ini adalah memiliki resolusi lebih besar dibandingkan 120 atau 135.

Selain berbeda format, film juga biasanya memiliki karakter tertentu hasil formulasi produsennya. Berbagai contoh film yang kini masih bisa diperoleh di pasar adalah Kodak Tri-X, Kodak Portra, Ilford HP+ 500, atau Fuji Pro 400 H.


Film Winder

Alat ini ada dalam bodi kamera analog dan berfungsi untuk memutar roll fan mengeluarkan film satu frame dalam sekali waktu. Proses pemutaran roll tersebut bisa dilakukan manual atau otomatis, tergantung jenis kamera analog yang digunakan.

Jika kamera analog itu menggunakan winder manual, maka setelah pengguna harus menggulung sendiri roll film yang telah selesai dipakai. Jika kamera memiliki winder otomatis, maka roll film yang telah selesai digunakan akan otomatis digulung ke dalam wadahnya.

Developer

Ini merupakan cairan kimia yang digunakan untuk menghilangkan lapisan pertama pada film dan membuat gambar laten yang terekam di dalamnya jadi kelihatan. Selama cairan kimia ini masih menempel di film, maka proses pengembangan gambar, seperti menaikkan kontras, terus berlangsung.

Stop Bath

Tahap ini berguna untuk menghentikan proses pembentukan gambar yang dimulai oleh cairan kimia developer. Proses ini biasanya bisa dilakukan menggunakan air atau carian dengan kandungan asam asetat, tergantung kebutuhan pengembangan film tersebut.

Fixer

Bahan kimia yang digunakan dalam proses cetak film. Tujuan pemakaian bahan ini adalah untuk membuat film atau hasil cetak kehilangan sensitivitas terhadap cahaya. Dengan demikian gambar yang sudah dicetak tidak akan berubah. Tahap ini dilakukan setelah film melalui proses developing dan stop bath.

Lightmeter

Ini merupakan perangkat yang digunakan untuk mengukur asupan cahaya, sehingga membantu pengguna menentukan apakah pengaturan kameranya sudah sesuai atau bakal membuat foto jadi over exposed (terlalu terang) atau under exposed (terlalu gelap).

Kondisi lightmeter pada kamera analog bekas biasanya bervariasi, ada yang sudah dalam keadaan rusak, bisa diperbaiki, atau bahkan masih berfungsi sempurna.

Kamera digital dan kamera analog modern biasanya sudah memiliki Lightmeter terintegrasi. Kamera film lawas ada yang tidak memiliki Lightmeter atau bisa dipasangi Lightmeter eksternal. Saat ini sudah banyak tersedia aplikasi Lightmeter di gadget Android dan iOS untuk membantu pengguna kamera fim yang tak dilengkapi Lightmeter.

Grain

Istilah ini mengacu pada terkstur bintik-bintik kecil yang muncul dalam hasil cetakan kamera analog. Butiran-butiran grain berasal dari partikel kimia yang bereaksi terhadap cahaya. Grain biasanya muncul dalam berbagai ukuran, tingkat kekasaran, jumlah serta tampilan berbeda, tergantung beberapa faktor seperti  jenis dan tingkat sensitivitas film. .

Darkroom

Ruangan yang sengaja dibuat kedap cahaya dan digunakan untuk mengembangkan, memproses, serta mencetak foto dari roll atau lembaran film.

Depth of Field

Istilah ini mengacu pada area tajam di mana benda-benda dalam frame akan tampil fokus, alias tajam dan tidak buram. Luas area tersebut biasanya muncul bergantung pada pengaturan aperture atau bukaan diafragma kamera.