Informasi Dunia 2019

Kamis, 26 April 2018

Berikut 4 Cara Merawat Mata Pancing Agar Selalu Siap Digunakan

April 26, 2018 , 1 comment
Berikut 4 Cara Merawat Mata Pancing Agar Selalu Siap Digunakan

Saat memancing Anda akan membutuhkan mata pancing atau biasa pula disebut sebagai kail pancing, yang menyempurnakan alat pancing. Tanpanya ikan yang ditangkap tidak akan bisa diangkat ke permukaan karena selalu sukses melepaskan diri. Jadi, daripada harus kecewa melihat ikan terbaik lewat begitu saja silahkan lengkapi alat pancing modern Anda dengan kail yang sesuai. Bisa dibeli di toko online untuk solusi praktis atau lebih memilih berkunjung langsung ke toko alat pancing. 

Sejak tahun 7000 SM, kail pancing sudah sangat populer dipakai masyarakat untuk memancing ikan di laut, sungai, atau mungkin danau. Zaman dulu orang memanfaatkan tulang atau mungkin kayu dengan serat yang keras untuk dijadikan sebagai kail. Pada masa modern seperti sekarang material kail ini cenderung ke logam, yang tentu jauh lebih kuat dan awet ketimbang tulang ataupun serat kayu. Jenis logam ini beragam dan jenis terbaik menghasilkan kail terbaik pula. 

Dewasa ini kail yang beredar di pasaran dan mungkin pula dijajakan melalui situs belanja online sudah dibuat dari material logam pilihan. Beberapa merupakan material besi yang diberi lapisan chrome agar semakin kuat dan tahan lama. Sedangkan beberapa lagi yang lainnya terbuat dari material baja yang kemudian dicampur dengan karbon untuk kualitas nomor satu. Sayangnya seberapa keras material yang dipakai untuk pembuatan kail aktualnya masih saja bisa rusak. 

Merawat Kail Pancing dengan Benar 

Artinya Anda perlu melakukan perawatan untuk kail-kail kesayangan supaya tetap optimal dipakai memancing dimana saja. Bagaimana merawatnya? Berikut uraiannya: 

1. Pastikan saat dibeli kondisinya sempurna, 
Untuk memudahkan perawatan kail supaya tahan lama maka sejak dibeli periksa kondisinya seteliti mungkin. Sebab yang namanya barang produksi pabrik ada kemungkinan terlewat dari pemeriksaan QC. Kalau kondisinya kurang sempurna maka dirawat sebaik apapun dijamin menjadi rongsokan juga, maka pastikan saat dibeli kondisinya memang bagus agar perawatan singkat sudah berefek besar. 

2. Segera luruskan kail yang bengkok, 
Setiap selesai memancing baiknya segera memeriksa kondisi mata pancing, sebab dipastikan saat berhasil menangkap ikan ataupun sekedar menghantam bebatuan di dasar sungai. Kail ini akan bengkok dan kalau bengkoknya tidak terlalu parah bisa diatasi atau diluruskan kembali dengan memakai tang. Namun jika bengkoknya terlalu parah baiknya segera diganti, sebab logam pada kail kalau dipaksa diluruskan dikhawatirkan malah patah jadi sia-sia usaha Anda mendandaninya. 

3. Asah mata kail agar selalu tajam, 
Kail yang tajam akan membantu mendapatkan ikan besar dengan mudah karena berhasil menjebak mulut ikan dengan sempurna. Maka rajinlah untuk diasah sehingga bisa selalu tajam dan punya performa yang maksimal. Namun usahakan memakai amplas untuk proses mengasah tersebut, karena kalau memakai kikir yang cenderung merusak logam penyusun kail tersebut. Amplas mampu menjadikan kail lebih tajam dan hasilnya pun lebih rapi. 

4. Memperhatikan panjang pendek kailnya, 
Ukuran kail memang bisa mengalami perubahan seiring berjalannya waktu, dengan catatan kail ini sering dipakai memancing. Benturan dengan benda keras sewaktu dipakai memancing bisa membuat panjang kail menyusut dengan sendirinya. Usahakan kalau panjangnya sudah berkurang banyak untuk diganti dan tidak perlu dipakai lagi. Sebab dengan memakai kail yang terlalu pendek tangkapan bisa dengan mudah kabur membawa umpan pancing. Jadi, sia-sia menunggu ikan berjam-jam kalau mata pancing yang Anda gunakan tidak memberi dukungan sama sekali. 

Selasa, 10 April 2018

Perbandingan Kamera Full Frame dan Medium Format

April 10, 2018 , No comments

Belakangan, banyak pendapat baik pro kontra soal kehadiran kamera mirrorless medium format Fuji GFX50S dan Hasselblad X1D, dan membandingkannya dengan kamera dengan sensor full frame yang lebih populer di pasaran. 

Sebenarnya kamera medium format bukan sesuatu yang baru di dunia fotografi. Sensor medium format (44 x 33mm) telah tersedia di berbagai kamera misalnya Leica S, Pentax 645z, Phase One dan Hasselblad H.

Mengapa kedua kamera ini menarik? Pertama adalah ukuran kamera cukup compact dan ringan dari kamera medium format yang pernah ada. Hal tersebut karena Fuji dan Hasselblad mengadopsi sistem kamera mirrorless. Ukuran dan beratnya menjadi mirip dengan kamera DSLR dengan berat diantara 800 gram sampai 1 kg.

Kedua adalah harganya. Fujifilm terkenal sebagai produsen mass market, bertujuan untuk menjual produk ini sebanyak mungkin, sehingga volume besar dan mengakibatkan harga per kamera dan lensanya menjadi cukup terjangkau, yaitu sekitar 90 juta untuk kamera, dan untuk lensa sekitar 20-30 jutaan. Beberapa tahun yang lalu, kamera medium format yang termurah harganya lebih dari dua ratus juta.

Yang menjadi pro-kontra dari kemunculan kamera medium format muncul jika kita membandingkan dengan format kamera full frame. Sebagian besar orang mungkin ingin tahu, dengan harga mendekati seratus juta, apakah format ini lebih baik daripada format full frame? Mari kita bahas beberapa perbedaan utama antara kedua format ini.

1. Kualitas gambar

Untuk kualitas gambar, secara teknis, hasil foto dari kamera medium format masih lebih tinggi dari hal resolusi, termasuk kemampuan menangkap detail dan ketajaman, dynamic range juga lebih tinggi. Hasil gambar bisa dicetak dengan ukuran yang sangat besar (1-2meter) dan saat dilihat dari dekat masih tajam.

2. Ekosistem lensa dan aksesoris

Jika melihat dari pilihan lensa dan aksesoris, format kamera full frame lebih banyak. Lensa dengan aperture/bukaan besar untuk sistem full frame ini (f/0.95-f/1.4) juga sangat banyak, sehingga memudahkan fotografer untuk mengendalikan ruang tajam atau membuat latar belakang blur atau untuk mendapatkan lebih banyak cahaya dari alam. 

Selain itu, koleksi lensa medium format biasanya berupa lensa fix, karena untuk mendesain lensa zoom untuk medium format sangat sulit, dan kalaupun ada beberapa, biasanya ukurannya besar dan rentangnya tidak jauh.

3. Kinerja

Kinerja autofocus dari kamera medium format memang ada peningkatan dari tahun ke tahun, tapi jika dibandingkan dengan format full frame, autofokus kamera medium format masih tergolong lambat karena masih mengandalkan deteksi kontras (contrast detect AF), belum deteksi fasa (phase detection). 

Selain itu, elemen lensa medium format juga besar besar, sehingga motor fokusnya harus bekerja lebih keras. Kecepatan foto berturut-turut juga masih termasuk pelan, karena hanya bisa sekitar 3-3.5 foto per detik, sedangkan kamera full frame sudah banyak yang mampu memotret 10 foto perdetik atau lebih.

Kesimpulan

Kamera medium format ini memang unik dan tidak serta merta cocok untuk semua fotografer, tapi perkembangan medium format tentunya positif untuk fotografer dan bahkan produsen kamera medium format secara keseluruhan. 

Fotografer akan menikmati pilihan kamera medium format yang lebih ringan dan terjangkau, produsen kamera akan diuntungkan karena format ini lebih banyak diperbincangan dibandingkan sebelumnya. Dengan persaingan yang makin marak antar produsen kamera, semoga teknologi medium format terus meningkat dan harganya makin terjangkau.